PENGERTIAN BISNIS NETWORK MARKETING

Mengenal Multi Level Marketing/Network Marketing

Apa itu multi level marketing

Multi level marketing atau biasa disebut “MLM” berasal dari kata tiga suku kata yang masing-masing memiliki pengertian atau definisi tersendiri yaitu multi, level dan marketing. Multi secara umum dapat didefinisikan sebagai lebih dari satu atau banyak sedangkan level dapat didefinisikan sebagai tingkatan atau jenjang dan marketing adalah kata lain daripada pemasaran, jadi secara keseluruhan multi level marketing dapat dedefinisikan suatu kegiatan pemasaran yang memiliki banyak jenjang.

Pengertian multi level marketing

Menurut pakar pemasaran, MLM merupakan metode untuk melakukan penjualan suatu produk kepada pelanggan (costumer) secara langsung (direct) melalui koneksi yang telah dikembangkan sebelumnya oleh para penyalur/distributor professional yang memperkenalkan para penyalur/distributor selanjutnya; tingkat pendapatan yang didapat oleh penyalur/distributor berasal dari keuntugnan/laba skala kecil dan besar serta ditambah pembayaran berdasarkan keseluruhan penjualan dari koneksi yang dibentuk oleh penyalur/distributor tersebut.
Menurut para ahli lainnya, mereka mengungkapkan bahwa multi level marketing adalah sistem pemasaran yang menggunakan jaringan kerja dengan tujuan untuk mendapatkan laba tertentu dan laba yang didapatkan sesuai dengan pencapaian yang diperoleh.

Tujuan multi level marketing

Tujuan multi level marketing jika dikaji ulang maka sama dengan tujuan metode pemasaran yaitu mendapatkan sejumlah keuntungan. Adapun cara untuk mendapatkan sejumlah keuntungan sesuai yang diharapkan, dua cara yang dapat dilakukan adalah:
1. Meningkatkan pendapatan
Peningkatan pendapatan dari suatu perusahaan dapat diperoleh dengan cara meningkatkan dua elemen yaitu omset penjualan dan laba untuk setiap produk. 
Kebanyakan perusahaan biasanya lebih memilih meningkatkan pendapatan dengan cara meningkatkan omset penjualan dibandingkan meningkatkan laba untuk setiap produk dengan cara menaikkan harga produk tersebut karena jika perusahaan memilih cara yang kedua ini akan beresiko saingan bisnis akan memenangkan persaingan.
2. Mengurangi pengeluaran
Perusahaan multi level marketing dalam upaya mengurangi pengeluaran dapat melakukan dua cara sebagai berikut:
Cara pertama yang dapat dilakukan perusahaan multi level marketing adalah memindahkan produk lebih dekat ke pelanggan. Pemindahan produk lebih dekat dengan pelanggan ini diharapkan dapat meningkatkan volume penjualan serta cara ini tidak mengeluarkan biaya yang sangat besar karena biaya tersebut dimungkin ditanggung oleh para distributor dan berbeda dengan perusahaan yang tidak menggunakan cara multi level marketing, jika memilih untuk menggunakan cara ini maka harus mengeluarkan sejumlah biaya operasional yang besar.
Selanjutnya melakukan rekrutmen karyawan penjualan dengan komisi sebagai acuannya, inilah cara kedua yang dapat dilakukan perusahaan multi level marketing pada pelaksanaannya.

Keuntungan multi level marketing

Perusahaan mendapat banyak keuntungan pada pelaksanaan MLM serta dapat menghemat berbagai jenis biaya seperti:
1. Biaya distribusi (distribution cost)
Multi level marketing pada pelaksanaannya menggunakan jalur distribusi Downline, dimana jalur distribusi ini tidak memerlukan biaya yang mahal dan berbeda jika menggunakan jalur distribusi Outline yang membutuhkan biaya yang mahal.
Multi level marketing pada realisasinya senantiasa memanfaatkan individual-individual sebagai jalur distribusinya, jadi perusahaan dapat meminimalisir biaya tanpa harus memikirkan biaya operasional (operating cost) untuk jalur distribusi dan umumnya biaya operasional tersebut berkisar antara 40% sampai dengan 60% dari harga produk.
2. Biaya pemasaran (marketing cost)
Multi level marketing pada pelaksanaannya tidak mengeluarkan biaya pemasaran yang besar karena kegiatan pemasaran dilakukan oleh para distributor dengan menggunakan metode dari mulut ke mulut, jadi apabila dibandingkan dengan convensional marketing maka tingkat pengeluaran perusahaan untuk biaya-biaya jelas lebih kecil tentunya.
Target daripada iklan MLM itu sendiri adalah orang-orang yang mereka kenal seperti keluarga dan kerabat dekat dan perusahaan bisa meminimalisir cost tersebut karena setiap penyalur/distibutor dimungkinkan membuat brosurnya sendiri.
3. Biaya pelatihan (training cost)
Multi level marketing pada pelaksanaannya memerlukan biaya pelatihan namun biaya pelatihan tersebut bisanya merupakan tanggungan setiap tenaga penjualan bahkan bahan-bahan pelatihan yang dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan para tenaga penjual juga harus mereka dapatkan dengan biaya mereka sendiri dan ini biasanya juga berlaku ketika mereka harus mengikuti berbagai event lainnya seperti workshop, seminar dan sebagainya.
Perusahaan mengalihkan biaya untuk melatih tenaga penjualan kepada tenaga penjualan itu sendiri dan tindakan ini membuat perusahaan menghemat biaya, bahkan ada pula distributor yang mendapatkan uang dari pelatihan ini jauh lebih banyak daripada biaya yang didapat dari komisi penjualan produk.

Keunggulan multi level marketing

Multi level marketing pada pelaksanaannya memiliki banyak keunggulan pula bagi perusahaan, diantaranya adalah:
1. Keunggulan dari sisi modal
Suatu individu atau perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk bisa bergabung di jaringan multi level marketing namun apabila pihak MLM mengharuskan mengeluarkan sejumlah biaya (cost) yang besar maka alangkah baik untuk mencari perusahaan lain saja.
2. Keunggulan dari sisi waktu
Keunggulan lainnya multi level marketing adalah waktu yang fleksibel dikarenakan para distributor bisa melakukan presentasi pada waktu yang bisa mereka tentukan sendiri, jadi waktu dapat diatur sebaik mungkin untuk hal tersebut.
3. Keunggulan dari sisi pemasaran
Keunggulan multi level marketing selanjutnya adalah senantiasa memiliki jaringan pemasaran yang sangat baik dan menguntungkan.
4. Keunggulan dari sisi kelompok 
Keunggulan selanjutnya terletak pada sistem kelompok, dimana para sponsor akan berusaha dengan banyak orang yang siap menolong anggota jaringan mengatasi kesulitan. Jadi, dengan menggunakan pengalaman dan pengetahuan dari orang lain, distributor akan bisa terhindar dari membuat berbagai kesalahaan.
5. Keunggulan dari sisi bisnis 
Keunggulan selanjutnya dari sisi bisnis, dimana kesulitannya adalah bagaimana membangun sebuah jaringan namun setelah jaringan tersebut berhasil dibangun maka hasilnya akan menghampiri dengan sendirinya berkat jaringan tersebut.
6. Tempat belajar yang baik 
Keunggulan terakhir hamper serupa dengan keunggulan dari sisi kelompok, dimana distributor dapat belajar dari anggota jaringan lainnya.

Konsep multi level marketing

Konsep penjulan (sales concept) umumnya terfokus akan kebutuhan dan keperluan konsumen yang berarti perusahaan harus mengatur semua kegiatan bisnisnya mulai dari kegiatan produksi, penelitian, perencanaan, hingga kegiatan finansial/keuangan dengan baik sehingga kebutuhan setiap konsumen bisa diidentifikasi dengan baik baik, jadi perusahaan mampu menghasilkan keuntungan (gain) semaksimal mungkin tentunya.
Baca juga, inilah sebenarnya perbedaan pemasaran dan penjualan
Berikut adalah gambar penjualan konvensional dengan penjualan langsung:
Alur Distribusi Penjualan Konvensional
Alur Distribusi Penjualan Konvensional
Berikut adalah gambar penjualan langsung:
Alur Distribusi Penjualan Langsung (Multi Level Marketing)
Alur Distribusi Penjualan Langsung (Multi Level Marketing)

Mekanisme kerja multi level marketing

Pengembangan multi level marketing dimulai dengan pembentukan organisasi penjualan. Tindakan pertama yang dilakukan seorang calon anggota adalah memperoleh seorang sponsor dan sponsor itu berasal dari distributor/penyalur yang telah ada sebelumnya dan atau staff ditugaskan oleh perusahaan guna mensponsori secara langsung (direct) sebagian calon anggota.
Selanjutnya perusahaan akan terikat dengan perjanjian/kontrak guna memasok produk serta melakukan pembayaran sejumlah komisi penjualan (sales fee) serta memberikan pelayanan.
Perusahaan umumnya memberikan kartu member tanda keanggotaan sebagai distributor dan perusahaan dapat membeli produk dari perusahaan MLM guna dijual kepada pelanggan atau untuk dikonsumsi sendiri dan setiap distributor haruslah melakukan latihan dulu sebelum distributor/penyalur diperkenankan menjual produk.
Selanjutnya agar mendapatkan sejumlah pendapatan tambahan (profit extra) maka perusahaan harus melakukan pengeceran produk, dimana akan nantinya akan didapatkan penghasilan yang berasal dari selisih harga eceran dengan harga grosir produk tersebut.
Distributor bertanggung jawab untuk membayar pada saat memesan dan mengambil produk-produk tersebut dari sponsornya serta sponsor akan memasok distributor secara langsung dengan semua produk dan peralatan menjual kemudian sponsor menerima produk tersebut dari sponsornya namun distributor/penyalur dengan skala bisnis yang telah ditetapkan dimungkinkan untuk mengorder produk langsung ke produsen atau perusahaan yang bersangkutan.
Semakin besar volume maka semakin besar pula potongan harga yang didapatkan serta telah mencapai potongan harga maksimum maka distributor akan memperoleh bonus ekstra dari perusahaan yang bersangkutan.


5 perbedaan MLM dengan Money Game


Wah tidak terasa sudah lama sekali saya pernah membahas mengenai MLM dan money game (arisan berantai) dan mungkin sebenarnya sudah banyak yang bosan atau mungkin banyak yang memaki-maki saya karena dianggap tidak satu visi dengan mereka.
Tapi saat ini investasi bodong semakin lama semakin merajalela dan para pelaku pun juga sudah semakin berani. Saya juga tidak paham mengapa batas hukumnya kurang jelas atau kurang terasa bagi pelaku atau mungkin masih ambigu antara investasi bodong dengan arisan berantai dan atau-atau lainnya yang masih abu-abu.
Ijinkan saya memberikan informasi sedikit sepengetahuan saya, paling tidak dapat membantu menambah pengetahuan sebelum menentukan apakah ingin menanamkan modal atau tidak pada sebuah investasi.
Sebelumnya saya tekankan bahwa saya tidak membenci MLM sama sekali, soalnya teman saya itu anti nya sudah sangat akut. Begitu dengar atau melihat satu barang dijual oleh member ke member sudah pasti tidak mau beli dan mengutuk si penjualnya. MLM itu adalah (Multi Level Marketing) pemasaran bertingkat jejaring, selanjutnya saya sebut MLM saja demi kenyamanan dalam membaca.

MLM ini berasal dari distribusi produk atau jasa dari pabrik atau pemegang produk tertentu yang mengunakan system pemasaran. Dengan menggunakan system pemasaran berjenjang dan berjaring maka produk tersebut dapat dijual cepat dan jumlah yang banyak, ibaratnya konsep seperti hypermarket atau swalayan yang mempunyai outlet-outlet atau cabang yang banyak.
Saya tidak akan terlalu banyak membahas terlalu detail mengenai MLM, kita langsung saja ke perbedaannya saja.
  1. MLM itu ada produk yang dijual, Money game tidak ada.
Apapun merek atau nama perusahaannya tapi kalau dia tidak menjual produk maka sebenarnya dia sedang melakukan arisan berantai / money game / skema ponzi. Mengapa harus ada produk? karena produk yang dijual supaya hasil keuntungan tersebut dapat dibagikan kepada para membernya, sedangkan kalau tidak ada produk yang dijual maka darimana member mendapatkan uangnya kembali atau keuntungannya? Hayo?? Dari daun, dari langit? Dari dompet orang?
  1. MLM menjual manfaat dari produk tersebut sedangkan money game menjual sistem.
Tidak dapat dipungkiri bedanya sangat tipis tetapi sebenarnya kita berjualan produk itu karena produk itu cocok digunakan dan bermanfaat sehingga terjadi repetisi pembelian produk. Produk juga semestinya masuk akal dan bukan barang umum, contoh nya yang pernah saya temui adalah menjual pulsa atau vocer. Tidak salah dalam menjual produk seperti itu asal harganya sama atau lebih murah daripada produk pasaran. Yang terjadi adalah malah pulsa yang dijual lebih mahal daripada yang dijual diluar, walaupun alasannya untuk kepentingan member didalam MLM itu tetapi secara logika pelanggan pasti akan cari yang termurah untuk urusan soal ini. Hal yang sama juga mengenai voucher, menjual voucher lebih mahal padahal harganya sama di pasaran luar itu sebenarnya hanya kedok karena sebenarnya yang mau dijual adalah system.
Nah disinilah yang sulit dibedakan antara menjual produk atau system, tapi biasanya akan mudah terlihat dari yang hanya menjual system dengan merekrut orang sebanyak-banyaknya, jadi jangan kaget ada satu perusahaan yang menjual produk yang bagus tapi bisa berakhir hancur karena penjual / distributornya fokus menjual system.
Soal harga itu relatif karena bagi sebagian orang bilang harga jual mahal tapi sebagian lebih fokus pada manfaat produknya, jadi setelah saya renungkan sebenarnya bukan masalah harga jual melainkan dari bagaimana cara mereka mempresentasikan produk yang akan dijual. Biasanya karena butuh cara cepat maka yang menjual system akan menyuruh kita membeli seperangkat alat dan ikut dibawah kepemimpian dia supaya dapat dibantu untuk memulai ketimbang harus berlama-lama menjelaskan manfaat dari sebuah produk.
Tapi sebuah produk harus mempunyai manfaat bagi si pembeli, biasanya yang terjadi adalah dipaksa untuk membeli dan meyakinkan kita seolah-olah itu bermanfaat sekali, beberapa contoh adalah ketika saya ditawari sebuah produk multimedia yang digunakan di Negara asalnya ditujukan untuk para marketing perumahan atau professional, mereka menggunakan multimedia itu karena ada sejumlah template yang dapat digunakan supaya terkesan professional dan bagus.
Masalahnya saya tidak merasa butuh akan hal itu, saya sudah punya blog sendiri yang bisa saya beli domainnya cukup murah lalu membayar hostingannya. Tidak ada alasan bagi saya untuk membeli sebuah template bisnis seharga jutaan rupiah kalau saya bisa merekam sendiri dan dimasukkan ke youtube atau membuat presentasi menggunakan power point. Jadi walaupun di paksa bagaimana pun juga, saya tidak merasakan adanya manfaat akan produknya.
Dan itu membuat kita menuju ke poin berikutnya yaitu.
  1. Money game menawarkan keuntungan yang cepat, sedangkan MLM fokus membangun orang-orang di dalam tim.
Awalnya saya mau mengatakan MLM fokus pada system (supaya bisnis dpat menjadi besar memang dibutuhkan system) tetapi ternyata banyak money game sekarang fokus pada sistem (sistem merekrut anggota secara cepat) sehingga sudah sangat salah kaprah. Intinya mereka menawarkan keuntungan yang cepat karena mereka menggunakan perekrutan cepat dengan system binary, 2 kaki kebawah. Jadi semakin banyak kaki maka bonus yang akan diterima akan semakin banyak, nah karena saya tadi sudah menolak untuk membeli produk maka saya diajak untuk beli sistemnya, biasanya disini bencana mulai terjadi.
Kenapa? Karena dari system inilah potensi keuntungan akan menggiurkan dan mengoyahkan hati si calon prospek tadi (saya pernah tergoda kok jangan heran). Bagaimana tidak tergoda, keuntungan bisa mencapai 30% sebulan plus hanya duduk-duduk dan prensentasi dilakukan oleh upline kita. Wah enak sekali bukan? Seperti kata Robert Kiyosaki, biarkan uang bekerja untuk kita, upline biar yang jelasin kita Cuma ikut saja, benarkah demikian?
MLM membangun orang-orang didalamnya, saya tidak tahu apakah perusahaan yang menjual nutrisi masih hidup atau tidak, setahu saya di amerika mereka masih berkembang. Tapi yang saya tahu dulu gencar sekali melakukan pertemuan setiap selasa lalu setiap bulan melakukan pertemuan besar, lalu ada yang lebih besar lagi sampai pertemuan yang super besar. Intinya Cuma satu melatih kita untuk menjual produk, sampai disini pasti ada yang protes, loh itu Cuma rekayasa, kita pergi seminar bayar sendiri, akomodasi semua sendiri, terus disana kita termotivasi setelah itu kita harus rutin supaya motivasi kita tidak ambruk dan itu berarti duit lagi keluar padahal penjualan belum tentu berhasil.
Jangan heran saya pun juga demikian, saya juga alami yang kebanyakan orang alami, pergi seminar, bayar tiket Cuma menyaksikan orang yang di depan panggung bercerita mengenai masa-masa gagalnya sampai mereka sukses di bisnis itu.
Tapi jangan salah dari situ saya juga belajar memotivasi diri saya sendiri, saya belajar bahwa motivasi itu harus muncul dari dalam bukan dari luar, karena kalau dari luar maka anda akan terus menerus membutuhkan dosis terus menerus. Disana saya juga belajar mengenal karakter manusia dan cara menghadapinya, belajar strategi dan taktik penjualan. Disana saya juga belajar mengenal diri saya, saya bukan orang yang bisa menjual tapi saya belajar mengenali kelebihan dan kelemahan saya.
  1. MLM wajib tutup poin, Money game tidak mengenal tutup poin.
Coba perhatikan MLM yang masih hidup dan masih berjalan kebanyakan adalah MLM yang selalu tutup point di akhir bulan. Gunanya apa? Sekarang saya baru tahu kalau ternyata tutup poin diciptakan untuk keseimbangan atau keadilan, artinya kalau saya gagal mencapai target bulan ini, bulan depan saya bisa memulai lagi  (mulai dari nol ya, begitu bunyi salah satu iklan). Jadi terciptalah iklim persaingan yang sehat karena dengan demikian anda tidak perlu berkecil hati dan berjuang supaya bulan berikutnya dapat mencapai target. Disitu pertarungan strategi dan taktik penjualan serta motivasi dari para penjual akan terlihat, mereka akan berjuang demi supaya bisa mencapai target penjualan atau tutup poin. Nah kalau ada yang bilang bahwa supaya perusahaannya curang karena menggunakan tutup poin sebenarnya tidak tahu apa-apa mengenai hal ini, atau mereka menutupi niatan mereka yang kurang baik sejak awal yaitu mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya untuk mereka sendiri dan bukan untuk timnya.
Member yang masih baru pun tidak perlu berkecil hati, karena kalau anda mampu menjual maka anda dapat sukses kalau mau berusaha dan berjuang. Senioritas tidak ada di MLM yang penting anda mampu mencapai target sebelum tutup poin maka anda pun bisa melampaui pencapaian dibandingkan upline anda.
Perusahaan yang menjual produk atau system yang tidak mengenal tutup poin dapat dipastikan tidak adil dan berbau money game, coba perhatikan kalau tidak pernah tutup poin maka yang bergabung pertama kali selalu yang untung ketimbang yang belakangan ikut. Selalu ada upline diatas kita yang untung lebih dulu.
Lalu selalu saja alasan mereka selalu bilang kita harus menjadi yang pertama di kota ini atau di kota itu, kita bikin gebrakan baru dan segala tetek bengek lainnya. contohnya ya saya ini di tawari oleh tante-tante untuk ikut sebuah kegiatan investasi dari negeri gajah putih. Potensi penghasilan 1 hari 1%, wow bukan? Dan mereka sedang ekspansi akan hadir disini tetapi mereka lagi menunggu keputusan dari perusahaan pusat mereka, oleh karena itu mereka sekarang sedang mengumpulkan member supaya perusahaannya percaya ada potensi disini. Minimal investasi 10 juta rupiah, keuntungan dibayar tiap bulan dan si tante sudah menginvestasikan cukup besar. Ingat selalu yang ditawari adalah keuntungan yang besar dan dalam waktu singkat dibayar.
Jawaban saya, produknya apa? Mana profil perusahaannya? Sudah terdaftar belum di OJK (surat ijin perusahaan tidak cukup, anda kan mau mengumpulkan dana dari masyarakat harus ada ijinnya loh)? Bagaimana perusahaannya untung? Mana laporan keuangannya? Nah si tante tidak bisa menjawab lalu mengatakan bahwa bulan ini (2 bulan yang lalu) akan datang top leadernya, saya bilang saya mau ketemu dan berbincang dengan beliau tapi sampai sekarang masih belum ada undangan.
  1. Balik modal (ROI) dengan profit.
Jadi kira-kira begini, terlepas ada biaya awal atau pendaftaran, di perusahaan MLM itu kita menjual produk misal seharga 1 juta ada diskon khusus member dan poin dalam produk, biasanya ada member yang menjual barang dengan diskon khusus karena yang dikejar adalah poinnya. Padahal sebenarnya diskon itu adalah profit anda loh, anda kan harus untung, tapi demi poin kadang menjual tanpa disertai keuntungan.
Oke saya ingin menekankan, di saat anda menjual produk misal produk vitamin seharga 1 juta rupiah dan anda mendapatkan diskon member 10% (kadang lebih) maka anda mendapatkan profit 10%. Jadi anda menjual kepada pelanggan dan anda mendapatkan keuntungan 10%, itu dinamakan profit atau keuntungan. Uangnya ada dan anda belikan di distributor atau di agen distributor anda lalu serahkan kepada pelanggan (ga pake hutang ya), itu keuntungan langsung terjadi begitu transaksi terjadi.
Jadi disini jelas, anda untung karena hasil berjualan produk. Sedangkan poin/reward itu diciptakan sebagai cara anda memaksimalkan tim-tim penjual dibawah anda, semakin besar tim anda maka poin anda semakin besar, nah tutup poin adalah titik keseimbangan sebuah system dimana diharapkan member yang baru dapat ikut berjuang dan mampu menciptakan kesetaraan dalam system.
Di money game, tolong perhatikan baik-baik, anda itu sebenarnya sedang menunggu modal anda supaya balik. Misal anda berinvestasi sebesar 1 juta rupiah, dengan “keuntungan” 1% per hari maka anda baru balik modal setelah 100 hari. Nah benar gak hitungan saya sampai disini.??? Terlepas anda disuruh mendapatkan member baru supaya dapat bonus sekian persen, kalau anda disuruh cari member (“korban”) maka anda akan mendapatkan bonus 10%, tentunya ini tidak boleh dihitung karena anda mendapatkan dari uang member (korban) lain, sedangkan nilai investasi anda baru kembali itu 100 hari kalau keuntungannya 1% sehari. Nah ini tidak pernah disinggung atau dikemukakan karena anda terlalu sibuk menghitung
harieh uang anda yang sebenarnya belum tentu masuk ke rekening anda. Nanti dana yang terkumpul sudah cukup buat para member-member diatas termasuk founder, maka nanti ada saja masalah-maslaah yang timbul, mulai gangguan jaringan, server dan sebagainya. (saya tidak bisa lampirkan video yang bagus ini karena ada yang protes).
Okay jadi perbedaan ini silakan di simak dan diperhatikan apakah pernah anda alami seperti ini? Jadi tidak adil kalau menyalahkan MLM sebagai sumber masalah. MLM sebuah sistem, yang masalah bisa saja oknum yang memanfaatkan MLM ini dan menjadikan sebagai money game, ini sulit di deteksi karena di luar negeri juga sama sulitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar